Sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam struktur perekonomian Kabupaten Sidoarjo baik dalam penentuan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun alam hal penyerapan tenaga kerja. Tidak dapat dipungkiri bahwa komoditas pertanian mempunyai permintaan yang cukup tinggi baik dalam skala lokal, regional, nasional maupun dunia. Hal ini karena pertanian merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi terlebih dahulu dibandingkan dengan keperluan lainnya.

Secara umum perkembangan permintaan akan produk pertanian semakin meningkat seiring dengan kenaikan jumlah penduduk. Semakin tinggi jumlah penduduk maka semakin tinggi pula kebutuhan akan konsumsi pangan.

PELUANG INVESTASI

Untuk komoditas beras, konsumsi beras di Indonesia periode tahun 2002 sampai dengan tahun 2014 menunjukkan trend yang berfluktuasi tetapi cenderung naik. Pada tahun 2002, jumlah konsumsi beras mencapai 20.693.082,96 ton kemudian naik menjadi 21.568.464,21 ton pada tahun 2014. Permintaan akan beras sampai dengan tahun 2025 diproyeksi akan mencapai 26.452.478,53 ton dengan tren yang terus meningkat. (Sumber ; Badan Pusat statistik 2015).

Untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan seperti tersebut diatas, Kabupaten Sidoarjo berkesempatan  untuk memaksimalkan potensi pertaniannya. Kabupaten Sidoarjo mempunyai dukungan lahan yang mencukupi. Luas sawah pada tahun 2014 tersebar diseluruh kecamatan, dengan luas lahan terbesat di Kecamatan tarik seluas 1.597 Ha, diikuti Kecamatan Prambon seluas 1.512 Ha,

Untuk kebutuhan akan daging, telur dan susu juga semakin meningkat seiring dengan kenaikan jumlah penduduk. Di Indonesia komsumsi daging sangat berfluktuasi, hal ini lebih disebabkan oleh harga daging sapi yang juga berfluktuasi akibat kelangkaan.  Berbeda dengan pola konsumsi daging sapi, pola konsumsi masyarakat akan telur mempunyai kecenderungan yang terus meningkat.  Pada tahun 2002 jumlah konsumsi telur mencapai 946.548,23 ton dan kemudian terus mengalami kenaikan hingga mencapai 1.607.924,57 ton pada tahun 2015. Diproyeksi kebutuhan akan telur meningkat, sehingga pada tahun 2025 kebutuhan atau permintaan telur mencapai 1.972.026,84 ton. Untuk  komoditas sapi tren pertumbuhannya relatif menurun sedangkan untuk telur relatif meningkat. Produksi daging sapi pada tahun 2014 mencapai 9.415.780 kg sedangkan untuk telur  mencapai 1.379.075 kg.

Pola konsumsi akan susu sapi juga cenderung berfluktuasi. Pada  tahun 2002 besarnya konsumsi susu sapi  mencapai 43.109.300,36 liter, terjadi penurunan pada tahun 2005 dan meningkat lagi tahun 2006. Proyeksi kebutuhan susu di masa depan semakin meningkat seiring dengan kenaikan jumlah penduduk dan juga kesadaran masyarakat akan pemenuhan kebutuhan susu. Saat ini produksi susu di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada tahun 2012 produksi  susu mencapai 6.127.151 liter naik pada tahun 2014 menjadi 6.671.204 liter.

Melihat besarnya potensi kebutuhan makanan yang diperlukan, Kabupaten Sidoarjo memiliki peluang yang cukup bagus dalam  pemenuhan kebutuhan akan komoditas pertanian baik dalam skala domestik maupun nasional. Lokasi yang sesuai untuk pengembangan investasi dibidang pertanian meliputi Kecamatan Wonoayu, Prambon, Tulangan dan Tarik. Sedangkan pertanian hasil kebun dan peternakan cukup sesuai dilakukan di wilayah Kecamatan Porong, Jabon, sebagian Tanggulangin, Tulangan dan Krembung, serta wilayah Kecamatan Krian, Balongbendo, Tarik, Prambon dan Wonoayu.