Stabilitas politik dan ekonomi serta ditunjang dengan daya beli dan konsumsi domestik menjadi faktor penarik tumbuhnya sektor industri di kabupaten Sidoarjo. Disamping itu Sidoarjo telah memiliki beberapa fasilitas dan infrastruktur yang memadai dalam menunjang kegiatan industri seperti  Bandara Internasional Juanda yang berada di Sidoarjo, dekat dengan Pelabuhan Internasional Petikemas Surabaya yang dapat diakses melalui jalan Tol, Jalan-jalan yang memadai serta infrastruktur penunjang lainnya. Perkembangan industri di kabupaten Sidoarjo antara lain tercermin dari tinginya jumlah industri, nilai  produksi dan jumlah kawasan dan sentra industri.

Jumlah industri di Kabupaten Sidoarjo berkembang cukup banyak, merupakan indikasi bahwa investasi di bidang perindusrian sangat berpeluang di kabupaten Sidoarjo. Jumlah indusri yang ada tahun 2014 sebanyak 16.657 unit usaha. Umlah ini meningkat 107 unit usaha atau 0,53%  dibandingkan dengan jumlah industri pada tahun 2013 yang sebanyak 16.550 unit usaha.

 

PELUANG INVESTASI PERINDUSTRIAN

Dari sisi produksi, peranan sektor industri manufaktur diperkirakan akan semakin menonjol dan memainkan peranan penting dalam perekonomian Kabupaten Sidoarjo pada lima tahun kedepan. Kontribusi sektor industri pengolahan dalam PDRB Sidoarjo mempunyai nilai yang cukup besar yaitu sebesar 47,79% pada tahun 2011, sebesar 46,68% pada tahun 2012, sebesar 45,85% pada tahun 2013 dan 2014. Dengan potensi sumber daya manusia, sumber daya alam yang melimpah dan adanya masyarakat atau community yang mendukung, Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam menjadikan industri sebagai unggulan dalam menunjang perekonomian bangsa. Oleh karena itu kegiatan industri perlu dikembangkan, karena memiliki sumbangsih yang signifikan bagi perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dapat menciptakan iklim bisnis yang positif, dapat memperkuat citra dan identitas bangsa, mendukung pemanfaatan sumber daya yang terbarukan, menumbuhkan daya inovasi dan kreativitas, serta menimbulkan dampak sosial yang positif.

Kabupaten Sidoarjo mempunyai posisi geografis yang strategis dimana struktur ekonominya didominasi kegiatan industri , perdagangan dan jasa.  Sidoarjo memiliki Bandara Internasional yang dapat ditempuh dalam waktu ± 40 menit dari pusat Kota Surabaya dan Sidoarjo. Posisi ini mengakibatkan Kabupaten Sidoarjo memiliki posisi strategis yang mampu mendorong pengembangan kegiatan industri lebih lanjut, yaitu :

1.Kabupaten Sidoarjo memiliki daratan dan lautan yang berarti memiliki keanekaragaman sumberdaya alam yaitu yang berbasis daratan dan lautan.

2.Kabupaten Sidoarjo terletak pada poros jalur Jawa Bali, sehingga jalur transportasi dan akses pasar terutama Surabaya, Malang Raya dan Bali relative bersaing dibanding daerah lain. Kabupaten Sidoarjo merupakan hinterland dari Kota Surabaya yang merupakan pusat kegiatan Provinsi jawa Timur.

3.Prasarana jaringan jalan ada yang ada di Kabupaten Sidoarjo kondisinya cukup baik terutama dalam menunjang pola pergerakan barang dan orang, sehingga mampu menunjang kegiatan perekonomian masyarakat dan darah baik dalam rangka Gerbangkertasusila Plus, Surabaya Metropolitan are maupun EJIIZ (East Java Integrated Industrial Zone).

 

Kawasan yang sesuai digunakan untuk memulai usaha di bidang industri manufaktur adalah di kawasan industri yang saat ini sudah tersedia di kabupaten Sidoarjo. Kawasan industri, merupakan kawasan yang didominasi pemanfaatan ruangnya untuk kegiatan  dibidang industri seperti pabrik dan pergudangan. Jenis kawasan industri di Kabupaten Sidoarjo dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu :

1. Kawasan Industri

  Jenis industri yang dilakukan bersifat khusus yang mempunyai pola perkembangan mengelompok, pengelolaan kawasan industri dilakukan oleh pihak swasta. Kawasan Indsutri di Kabupaten Sidoarjo yaitu Kawasan Industri Berbek di Kecamatan Waru (dikelola PT. SIER), serta pengembangan baru Kawasan Industri Sidoarjo (dikelola PT. KIS) di Kecamatan Jabon

2. Zona Industri

  Jenis industri untuk non kawasan adalah industri non polutan dengan lokasi tersebar di setiap kecamatan.

3. Kawasan Industri Kecil/ Industri Rumah Tangga

  Diarahkan dipemukiman sejauh tidak mengganggu fungsi lingkungan hunian tetap sebagi pemukiman, sedang apabila berkembang maka harus dipindahkan ke dalam zona industri.