Minapolitan merupakan strategi  untuk pengembangan ekonomi berbasis perikanan yang dikembangkan secara bersama oleh pemerintah , swasta dan organisasi non pemerintah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja pada wilayah yang ditetapkan untuk kesejahteraan rakyat. Minapollitan terdiri dari kata Mina yang berarti ikan dan kata Politan (Polis) yang berarti Kota, dengan kata lain Minapolitan berarti Kota Perikanan atau kota disaerah lahan perikanan atau perikanan di daerah kota.

Luas tambak di sidoarjo mencapai 15.541,52 ha atau 21,9% dari luas total wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kontribusi perikanan terhadap pendapatan daerah yang dituangkan dalam PDRB tahun 2009 adalah 50,2%  kontribusi pertanian berasal dari  kegiatan perikanan yaitu 813.657,91 (dalam jutaan rupiah) dari total 1.622.267,13 sebesar 1,7% terhadap keseluruhan pendapatan kabupaten.

Ikan merupakan salah satu produk pangan hewani yang mempunyai kontribusi cukup besar dalam konsumsi protein penduduk di Indonesia. Dari tahun ke tahun tingkat konsumsi ikan terus meningkat, data dari SUSENAS (Survey Sosial Ekonomi Nasional)-BPS menunjukkan bahwa sumbangan protein ikan tehadap konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia mencapai 57%.

Sesuai dengan Standar Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang memberikan standar konsumsi ikan sebesar 36,31 kg/orang/tahun maka terjadi kesenjangan antara kebutuhan dengan supply produksi. Di Kabupaten Sidoarjo total kebutuhan secara signifikan berada diatas total produksi yang ada, dengan demikian potensi investasi dibidang perikanan masih sangat prospektif di Kabupaten ini.

Melihat besarnya potensi kebutuhan ikan yang diperlukan, Kabupaten Sidoarjo memiliki peluang yang cukup bagus dalam pemenuhan kebutuhan ikan baik dalam skala domestik maupun nasional. Kabupaten Sidoarjo saat ini didukung oleh luas tambak yang cukup luas untuk bisa memproduksi ikan yang berasal dari pertambakan. Kecamatan dengan luas tambak paling besar adalah Kecamatan Jabon dengan luas lahan dibandingkan dengan luas total sebesar 26,71%, diikuti Kecamatan Sedati sebesar 26,28% dan Kecamatan Sidoarjo sebesar 21,09%.

Dari potensi sumberdaya perairan maupun perikanan yang ada di Kabupaten Sidoarjo secara umum sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan usaha perikanan meskipun pemanfaatan tersebut apabila dibanding dengan potensi yang ada masih reklatif kecil selain itu juga masih terbatas pada usaha budidaya untuk kolam-kolam pembesaran ikan dengan teknologi yang masih terbatas dan tradisional. Dengan demikian peluang agribisnis sektor perikanan di kabupaten Sidoarjo masih tersedia cukup besar untuk dapat menarik investor agar dapat menanamankan modalnya di sektor perikanan terutama untuk usaha budidaya dan pembenihan benih ikan/ udang skala intensif dan padat modal yang menggunakan teknologi modern. Selain itu peluang investasi di sektor perikanan masih terbuka bagi investor dalam bidang pengolahan hasil perikanan dan pemasaran.